Minggu, 24 Juni 2018

     
Home / Life Style / Deteksi Dini Kanker Payudara Rendah

Deteksi Dini Kanker Payudara Rendah

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
UPAYA deteksi dini untuk kanker pada perempuan, khususnya kanker payudara dan kanker serviks, masih tergolong rendah.

Cakupan untuk deteksi dini kanker serviks dengan metode inspeksi visual menggunakan asam asetat (IVA) dan pemeriksaan payudara klinis pada 2017, hanya sekitar 8,1% atau 3.038.296 orang. Padahal Indonesia menargetkan target nasional untuk deteksi dini kanker dapat menyasar 34 juta orang.

"Tanpa akselerasi target nasional baru akan tercapai 34 tahun lagi," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh, dalam acara temu media menjelang Hari Kanker Sedunia di Jakarta, kemarin. Hari Kanker Sedunia diperingati setiap 4 Februari.

Subuh menjelaskan akselerasi dibutuhkan supaya target tersebut dapat tercapai pada 2025. Oleh karena itu dalam pengendalian dan pencegahan kanker, pemerintah turut melibatkan masyarakat melalui sosialisasi agar dapat lebih dini ditemukan dan lebih awal ditangani.

Pembiayaan kanker, imbuh dia, terus meningkat. Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada September 2017 pengobatan kanker menelan biaya Rp2,1 triliun. Karena itu, deteksi dini menjadi penting. Semakin dini ditangani, semakin besar kesempatan untuk sembuh bagi pasien kanker.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (Ketua POI) Prof Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan, risiko kanker dapat ditekan dengan pola hidup sehat. Menurutnya dengan makanan makanan sehat dan seimbang, mempertahankan berat badan agar ideal dan berolahraga secara teratur, dan tak merokok dapat mengurangi risiko terkena kanker hingga 30%.

Di negara-negara maju, tutur dia, prevalensi kanker cenderung dapat dikendalikan melalui deteksi dini. Sementara di Indonesia, prevalensi kanker justru naik dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, Secara nasional prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia 2013 sebesar 1,4% di setiap 100 penduduk.

Dia mendorong agar upaya preventif sebaiknya lebih difokuskan, contohnya mendorong imunisasi Human Papiloma Virus (HPV) sebagai pencegahan kanker serviks, dapat ditanggung asuransi kesehatan.

"Karena bagaimanapun biaya yang dikeluarkan untuk kuratif atau penyembuhan lebih mahal daripada preventif," pungkasnya.micom/aloy/lintas



Berita Terbaru
Berita Lainnya


Lintas Pariwisata

JFC Lomba Mancing Mania
article thumbnailBANDARLAMPUNG - Jangkar Fishing Club Lampung akan mengadakan turnamen bagi mancing mania...

Lintas Sport

Tim U-12 Mesuji Wakili Lampung
article thumbnailMESUJI - Tim sepakbola U-12 SSB Mesuji dilepas Bupati Mesuji Khamami di rumah dinasnya. Tim tersebut...