Minggu, 21 Oktober 2018

     
Home / Life Style / Semangat Kerja Meski Usia Senja

Semangat Kerja Meski Usia Senja

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
DIUSIANYA yang tak lagi muda, seorang kakek bernama Mbah Damin harus hidup sebatang kara. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya ia harus berjualan bubur setiap malam. Kakek berusia 70 tahun ini menghabiskan waktu senjanya di sebuah rumah geribik.
Dulu ia tinggal berdua di rumah itu sebelum istri tercinta meninggalkan ia untuk selama- lamanya pada tahun 2008 silam.Rumah itu dahulu miliknya sendiri, namun karena usaha jualan bakso yang ia tekuni belasan tahun lalu mengalami kebangkrutan, terpaksa ia jual tanah beserta rumahnya ke seseorang.
Beruntung bagi mbah damin, karena si pembeli tanah dan rumahnya, masih mengizinkan ia tinggal dirumah yang menjadi saksi kerasnya kehidupan yang ia jalani ini.
Apabila sang pemilik tanah menginginkan tanahnya, maka mbah damin harus siap untuk mencari tempat tinggal baru.Kini mbah damin hidup sebatang kara di kota metro, kota yang memiliki visi sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga yang berbasis ekonomi kerakyatan.
Jangankan cucu, hasil pernikahan dengan istri tercinta tak menghasilkan keturunan baginya. Hanya beberapa lembar foto yang menjadi kenangan mbah damin sewaktu bersama keluarganya. Menurunnya tingkat pendengaran mbah damin beberapa tahun silam, terkadang membuatnya sulit berkomunikasi dengan orang sekitar.
Meski banyak cobaan yang harus ia hadapi, namun tak menyurutkan mbah damin untuk selalu ingat kepada yang kuasa. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, mbah damin berjualan bubur kacang hijau, yang ia buat sendiri. Dalam sekali masak, mbah damin biasanya masak lebih kurang lima kilo kacang. Hasil dari jualannya ia gunakan untuk berobat, karena ia memiliki penyakit darah tinggi, sehingga harus rutin kontrol ke petugas kesehatan.
Jangan kan kartu bpjs, Untuk bayar pengobatannya ia gunakan uang pribadi, lantaran mbah damin tidak memiliki kartu indonesia sehat, atau kis yang pemerintah gembor gemborkan selama ini. Dari penelusuran, mbah damin juga belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat, padahal dana untuk santunan masyarakat seperti mbah damin sudah dianggarkan setiap tahun. Selepas Magrib, Mbah Damin berangkat di temani gerobak dagang menuju tempatnya biasa berjualan, yakni di lapangan kampus kawasan pendidikan, lebih kurang 400 meter dari tempat tinggalnya.
Mbah damin biasa berjualan hingga habis buburnya, atau hingga pukul 10 malam. Apabila bubur yang ia jual sisa, Mbah biasa membagikan bubur yang masih ada kepada orang lain atau ia buang begitu saja. Semangat kerjanya merupakan salah satu pelajaran penting bagi kita, agar selalu mensyukuri pemberian yang kuasa. Semoga akan lebih banyak mbah damin-mbah damin lain yang muncul, bekerja keras tanpa meminta minta.putrinova/lintas



Berita Terbaru
Berita Lainnya


Lintas Pariwisata

JFC Lomba Mancing Mania
article thumbnailBANDARLAMPUNG - Jangkar Fishing Club Lampung akan mengadakan turnamen bagi mancing mania...

Lintas Sport

Tim U-12 Mesuji Wakili Lampung
article thumbnailMESUJI - Tim sepakbola U-12 SSB Mesuji dilepas Bupati Mesuji Khamami di rumah dinasnya. Tim tersebut...