Rabu, 26 September 2018

     
Home / Internasional / Alhamdulillah, USA Dikucilkan Dunia

Alhamdulillah, USA Dikucilkan Dunia

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
MAYORITAS negara anggota PBB tetap menyetujui resolusi untuk menolak keputusan Presiden Donald Trump memin­dahkan Kedubes AS di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Negeri Paman Sam pun kian terkucil.
Dalam pemungutan suara di Sidang Darurat Majelis Umum PBB di New York, Kamis (21/12), 128 dari 193 negara anggota seirama untuk menyetujui resolusi itu. Sebanyak 35 negara abstain, 21 tidak hadir, dan 9 menolak. Selain AS dan Israel, negara yang menolak ialah Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Togo.
Resolusi itu menegaskan kembali bahwa status Jerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi dan setiap keputusan di luar kerangka kerja tersebut harus dibatalkan. Keputusan Trump untuk memindah­kan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Jerusalem pada 6 Desember lalu pun tak bisa diterima.
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengung­kapkan resolusi itu memang tak mengikat, tetapi tetap menjadi pukulan telak bagi AS. “Resolusi itu menunjukkan mayoritas dunia menentang tindakan Trump,” ujarnya di Jakarta, kemarin(22/12).
Bahkan, imbuh dia, resolusi tersebut menghilangkan legitimasi keputusan Trump memindahkan kedubesnya ke Jerusalem. Apalagi, Trump sempat mengancam untuk menghentikan bantuan bagi negara-negara yang menyetujui resolusi. “Mayoritas negara dunia tidak lagi takut dengan ancaman AS. Tidak lagi ada istilah kuat adalah benar (might is right) karena dunia mampu menentang kemauan Trump.’’
Menurut Hikmahanto, setidaknya ada dua tindakan lanjutan agar reso­lusi itu tak percuma. Pertama, pemimpin dan tokoh dunia harus te­rus menyerukan agar AS tunduk pada Resolusi Majelis Umum PBB sebagai suara mayoritas dunia.
“Kedua, atas dasar perdamaian dunia, pemimpin dan tokoh dunia mengimbau politisi AS, termasuk para mantan presiden AS, untuk mengingatkan Trump atas penga­ruh Resolusi Majelis Umum PBB terhadap kepemimpinan AS di dunia,” tutur Hikmahanto.
Senada, penasihat Indonesian Society for Middle East Studies, Smith Alhadar, mengungkapkan Resolusi PBB memang tidak mengikat, tetapi meningkatkan tekanan politik terhadap AS.
“AS kini terisolasi. AS tidak saja terkucil dari dunia Arab dan Islam, tetapi juga ditentang sekutu utamanya di Eropa, seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia.Satu-satunya cara untuk mengembalikan kredibilitas AS ialah mere­visi sikapnya terhadap Jerusalem.micom/lintas



Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertise