Lampung Peduli Anak & Perempuan

167 Hits Lintas Lampung | Selasa, 13 Maret 2018 | 22:25 WIB
Cetak
BANDARLAMPUNG - Aktivis Perempuan Lampung Dyah D. Yanti salut atas kebijakan Pemprov Lampung soal anak dan perempuan. Buktnya, banyak regulasi yang melindungi soal anak dan perempuan. Berikut petikan wawancara Putri Nova bersama Dyah D. Yanti, aktivis Lembaga Studi Advokasi Masyarakat (Elsavam) yang juga dirilis RMOL Lampung, sindikasi lintaslampung.com.

Putri: Banyak masyarakat tidak tahu soal peran Pemrov Lampung soal anak dan perempuan. Bisa dijelaskan?
Dyah: Ia. Kami mewakilik aktivis perempuan bersyukur, dibawah kepemimpinan Ridho-Bachtiar, Lampung kebih baik soal anak dan perempuan.

Putri: Bisa seperti itu?
Dyah: Dalam soal kebijakan, Gubernur-Wakil Gubernur telah mengeluarkan empat regulasi. Pertama   Peraturan Gubernur Lampung No.34 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Daerah Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial di Provinsi Lampung. Kedua; Keputusan Gubernur Lampung No: G/519/II.12/HK/2016 tentang Pembentukan Tim Kelompok Kerja Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial di Provinsi Lampung. Ketiga; Keputusan Gubernur Lampung No: G/301/VII.01/HK/2017 tentang Pembentukan Tim Terpadu Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial Provinsi Lampung. Keempat; Keputusan Gubernur Lampung No: G/302/VII.01/HK/2017 tentang Rencana Aksi Daerah Penanganan Konflik Sosial Provinsi Lampung tahun 2017. Regulasi ini mengacu pada Perpres Nomor 18 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Konflik Sosial. Regulasi ini menandakan, gubernur sebagai kepala daerah sangat memperhatikan nasib anak dan perempuan.

Putri: Itu kan secara teori?
Dyah: Gak juga. Dari catatan yang ada pada Elsavam, Provinsi Lampung selama tiga (3) tahun berturut turut juga meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. Ini menunjukkan tidak ada masalah dengan nasib perempuan. 

Putri: Selain itu?
Dyah: Anugerah Parahita Ekapraya, diperoleh setelah Lampung dinilai baik dalam Indeks Pembangunan Gender (IPG). IPG diukur dari empat indikator yaitu angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, dan pendapatan berdasarkan daya beli masyarakat. Anugerah Parahita Ekapraya juga sebagai pengakuan dari pemerintah pusat pada pemerintah daerah yang telah melaksanakan pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Anugerah ini diberikan sebagai wahana untuk mengevaluasi dan mengukur kemajuan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia. 

Putri: Dengan regulasi dan penghargaan yang diterima, Lampung dibawah Ridho-Bachtiar bisa dibilang peduli?
Dyah: Pasti. Kalau tidak peduli gak mungkin buat aturan dan mendapat penghargaan.(*)



Berita Terbaru
Berita Lainnya